Budaya
Candi bentar: gerbang terbelah di pura Bali
Apa itu candi bentar, di mana letaknya di pura Bali, bagaimana ia sering dimaknai, dan cara berkunjung dengan hormat.

Siapa pun yang pernah mengunjungi pura di Bali pernah melewati candi bentar. Inilah gerbang terbelah: dua menara yang saling bercermin dengan jalan terbuka di antaranya, biasanya dibuat dari batu atau bata dan berdiri di pintu masuk kompleks pura.
Letaknya
Di pura, candi bentar biasanya berdiri di pintu masuk halaman luar. Lebih ke dalam, gerbang beratap yang disebut kori agung atau paduraksa mengarah ke halaman paling dalam. Gerbang terbelah juga menandai pintu masuk puri dan bangunan penting lainnya.
Makna yang sering disebut
Kedua belahan gerbang sering digambarkan sebagai gunung yang terbelah dua, membuka jalan bagi mereka yang masuk. Banyak pula yang memaknainya sebagai keseimbangan dua hal yang berlawanan, yang di Bali dikenal sebagai rwa bhineda. Tafsirnya berbeda antara desa dan guru, dan gerbang ini paling bermakna bagi umat yang bersembahyang di sana.
Berkunjung dengan hormat
- Kenakan kain dan selendang; banyak pura meminjamkan atau menyewakannya di pintu masuk.
- Ikuti petunjuk setempat tentang area yang terbuka bagi pengunjung, terutama saat upacara.
- Jangan memanjat gerbang, pelinggih, atau tembok, dan minta izin sebelum memotret orang yang sedang bersembahyang.
Gerbang pada label kami
Label botol kaca TOYA sah memuat motif gerbang terbelah. Kami memakainya sebagai tanda tempat: merek ini dibuat untuk Bali, dan gerbang ini salah satu bentuk yang paling dikenal dari pulau ini. Motif ini bukan klaim tentang airnya.
Ada pertanyaan tentang TOYA sah untuk meja Anda? Chat dengan kami via WhatsApp.

